Oktober 28, 2026

Poltekkes Kemenkes Palu Latih Kader Cegah Stunting di Loli Tasiburi, Donggala

Memperkuat Kapasitas Warga dalam Mengenali dan Mencegah Stunting Secara Mandiri.

Tim Dosen Poltekkes Kemenkes Palu Melaksanakan Pengabdian Masyarakat di Desa Loli Tasiburi, Donggala, (27/07).

DONGGALA, trustednews.id – Upaya percepatan penurunan angka stunting terus digencarkan. Kali ini, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Palu melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Loli Tasiburi, Kabupaten Donggala, pada Minggu (27/7/2025), dengan fokus pada pelatihan kader stunting berbasis buku saku dan praktik langsung.

Sebanyak 25 peserta mengikuti kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga siang hari. Mereka terdiri atas kader kesehatan desa, ibu hamil, ibu menyusui, ibu dengan balita, tokoh perempuan, serta ibu dengan anak stunting.

Kepala Desa Loli Tasiburi, Ludin, dalam sambutannya saat membuka kegiatan menyampaikan apresiasinya terhadap Poltekkes Kemenkes Palu. Ia berharap pelatihan ini mampu memperkuat kapasitas warga dalam mengenali dan mencegah stunting secara mandiri.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini dan berharap angka stunting di desa kami dapat terus menurun bahkan menjadi nol,” ujar Ludin.

Wakil Ketua Tim Pengabdian, Nasrul, SKM., M.Kes., menyebut bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin kampus yang digelar di daerah-daerah dengan risiko stunting tinggi.

“Kami hadir untuk berbagi ilmu dan solusi praktis. Buku saku Kader Pintar Cegah Stunting menjadi alat bantu penting bagi kader dalam mendeteksi gejala awal stunting,” jelasnya.

Pelatihan dibagi dalam tiga sesi utama:

  1. Pengenalan Stunting dan Pencegahannya
    Nasrul menyampaikan pentingnya pemantauan pertumbuhan anak secara berkala dan peran sentral kader desa dalam membina komunikasi dengan ibu balita. Buku saku yang digunakan berisi indikator status gizi anak dan panduan sederhana yang mudah diterapkan di lapangan.
  2. Gizi Seimbang untuk Ibu dan Anak

Sesi kedua disampaikan oleh Wa Ode Nurul Fitrah, A.Md.Gz., ahli gizi dari RS Anutapura Palu. Ia menjelaskan kebutuhan gizi ibu hamil, menyusui, dan anak balita. Ia juga menekankan pentingnya pemberian MP-ASI bergizi, bukan makanan instan, terutama pada anak stunting.

  1. Praktik Pengukuran Balita

Materi terakhir diberikan oleh Ns. Taqwin, S.Kep., M.Kes., yang memberikan pelatihan praktik menggunakan alat length board dan stadiometer. Ia mengingatkan bahwa akurasi pengukuran sangat penting dalam menentukan status gizi anak.

“Kesalahan sedikit saja dalam pengukuran bisa menyebabkan salah klasifikasi, yang tentu berdampak pada penanganannya,” terang Taqwin.

Acara berlangsung interaktif, diselingi dengan tanya jawab bersama tokoh perempuan setempat, Hilda, yang juga menekankan pentingnya keterlibatan semua unsur masyarakat dan dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata kampus kesehatan negeri tersebut dalam mendukung target nasional penurunan prevalensi stunting, khususnya di wilayah Sulawesi Tengah. (wid)