Oktober 28, 2026
Berita  

Jaga Stabilitas Harga dan Pasokan, Pemkot Palu Gandeng 32 Distributor Pangan Strategis

Wakil Wali Kota Imelda Liliana Muhidin (kiri) Memimpin Rapat Kordinasi Antara Pemerintah Kota Palu dengan Distributor Komoditas Pangan di ruang Kerja Wakil Wali Kota Palu,(24/06). Foto : Bid. PIKP / Jufri

Jaga Stabilitas Harga dan Pasokan, Pemkot Palu Gandeng 32 Distributor Pangan Strategis

PALU, TrustedNews – Pemerintah Kota Palu terus memperkuat ketahanan pangan daerah melalui langkah kolaboratif dengan para pelaku distribusi pangan. Upaya tersebut ditandai dengan rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, terkait rencana kerja sama antara pemerintah daerah dengan distributor dan produsen komoditas pangan strategis di Ruang Kerja Wakil Wali Kota Palu, Rabu (24/6/2026).

Rapat tersebut dihadiri Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Palu, Rahmad Mustafa, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Palu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Palu, serta sejumlah pejabat perangkat daerah terkait.

Pertemuan ini menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kota Palu untuk membangun sistem ketahanan pangan yang lebih kuat melalui sinergi dengan distributor dan produsen yang selama ini berperan penting dalam menjaga ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat.

Dalam rapat tersebut, Rahmad Mustafa mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini tengah melakukan pendataan dan inventarisasi ulang terhadap distributor pangan yang beroperasi di Kota Palu. Langkah ini dilakukan sebagai dasar penyusunan skema kerja sama yang lebih terukur dan berkelanjutan.

“Kita menginventarisir kembali distributor-distributor kita, distributor pangan yang berada di Kota Palu,” ujar Rahmad.

Ia menjelaskan, pada pekan depan Pemerintah Kota Palu akan menggelar pertemuan lanjutan yang melibatkan sekitar 32 distributor komoditas pangan strategis. Forum tersebut akan difokuskan pada penyusunan konsep kerja sama antara pemerintah daerah, distributor, dan instansi teknis terkait.

Menurut Rahmad, terdapat dua tujuan utama yang ingin dicapai melalui kerja sama tersebut. Pertama, memastikan ketersediaan pasokan pangan bagi masyarakat Kota Palu. Kedua, menjaga stabilitas harga komoditas strategis di tingkat distributor sehingga gejolak harga dapat diminimalisir.

“Pertama untuk memastikan bahwa ketersediaan pangan ini ada di Kota Palu. Kemudian untuk bisa mengendalikan harga-harga di distributor,” katanya.

Tak hanya itu, Pemerintah Kota Palu juga berupaya memperkuat rantai pasok pangan lokal dengan mendorong keterhubungan yang lebih erat antara distributor dan kelompok tani. Dengan pola tersebut, hasil pertanian lokal diharapkan dapat terserap lebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Palu sebelum dipasarkan ke daerah lain.

Rahmad menambahkan, koordinasi dengan distributor maupun petani selama ini telah berjalan melalui dinas terkait. Namun, pertemuan bersama yang akan dilaksanakan pekan depan diharapkan menjadi momentum untuk menyatukan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung ketahanan pangan daerah.

Adapun distributor yang akan dilibatkan berasal dari berbagai sektor komoditas strategis, mulai dari minyak goreng, telur, daging ayam, hingga berbagai kebutuhan pokok lainnya yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pasar.

Lebih lanjut, Rahmad menegaskan bahwa langkah yang ditempuh Pemerintah Kota Palu bukan dilatarbelakangi oleh adanya persoalan pasokan maupun lonjakan harga pangan. Sebaliknya, kebijakan ini merupakan langkah antisipatif untuk memperkuat sinergi dan menjaga kondisi pasar yang saat ini relatif stabil.

“Ini bukan karena ada masalah. Justru ini sebagai langkah konkret Pemerintah Kota Palu untuk bersinergi dengan seluruh stakeholder, termasuk para distributor, dalam membangun perekonomian daerah. Alhamdulillah, kondisi harga di pasar saat ini masih terjangkau dan relatif stabil. Yang kita lakukan sekarang adalah menjaga agar kondisi ini tetap terpelihara,” tuturnya.

Melalui kerja sama yang tengah dipersiapkan tersebut, Pemerintah Kota Palu berharap dapat menciptakan ekosistem pangan yang lebih kuat, berkelanjutan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat, pelaku usaha distribusi, dan petani lokal sebagai bagian dari penggerak ekonomi daerah. (dnf/*)