Agustus 20, 2026
Lihat Berdasarkan Tanggal
Berita, Politika  

Pansus DPRD Kota Palu Mulai Inventarisasi Data Tambang

PALU,trustednews.id — Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Palu mulai menyusun langkah kerja penanganan persoalan operasional tambang galian di Kelurahan Watusampu dan Kelurahan Buluri, Kecamatan Ulujadi. Hal itu mengemuka dalam rapat internal Pansus yang digelar di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Palu, Jum’at (20/2/2026).

Rapat dipimpin Ketua Pansus Moh.Haekal Ishak (PDIP ) dengan kehadiran anggota Ucu Susanto( Demokrat), Nurhalis Nur (PKS) , Alfian Chaniago ( Gerindra), Mutmaina Korona(Nasdem), dan H.Moh.Nasir Gani, (PKB)

Haekal menegaskan pentingnya pendampingan lintas perangkat daerah dalam kerja Pansus. Ia mengusulkan agar Biro atau Badan Hukum dilibatkan sejak awal untuk memastikan setiap langkah sesuai koridor hukum. Selain itu, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) diminta ikut mengecek potensi pajak daerah dari aktivitas pertambangan.

“Agenda terdekat kita sepakati adalah pengumpulan berkas dan data seluruh tambang di Kota Palu. Untuk sementara, fokus kita di wilayah Palu Barat, khususnya Watusampu dan Ulujadi,” ujar Haekal.

Senada, Mutmaina Korona menekankan perlunya tahapan kerja yang terukur dan fokus. Menurutnya, Pansus perlu meminta data awal seluruh area pertambangan di Kota Palu, kemudian memilahnya sebelum turun lapangan. “Kita buat timeline agar tidak sporadis. Fokus dulu pada inisiatif awal di Watusampu dan Ulujadi. Setelah dokumen lengkap dan diverifikasi, baru turun lapangan dan mengundang OPD terkait,” jelasnya.

Mutmaina juga mengusulkan pelibatan lembaga teknis dan pemerhati lingkungan. Data dari Balai Wilayah Sungai dinilai penting karena berkaitan dengan kewajiban perizinan yang diduga kerap diabaikan. Selain itu, data arus keluar-masuk material tambang melalui pelabuhan juga perlu dicocokkan dengan dampak kerusakan lingkungan. “Dengan pembanding data, kita bisa memastikan bukti yang kita miliki kuat,” katanya.

Ia menambahkan, Pansus perlu menghadirkan ahli lingkungan untuk membantu membaca dan menganalisis dokumen perizinan. “Tidak mungkin kita membaca semuanya secara detail. Ahli akan menyusun resume agar kajian kita komprehensif sebelum turun lapangan,” ujarnya. Mutmaina juga mengusulkan pengelompokan wilayah kajian (klaster), dimulai dari Ulujadi, lalu Palu Utara–Tawaeli, hingga pertambangan emas yang dinilai lebih kompleks.

Sementara itu, Alfian Chaniago menilai kerja Pansus membutuhkan tim yang solid dengan dukungan tenaga ahli. Selain ahli tambang dan lingkungan, Pansus juga perlu ahli hukum untuk menilai kesesuaian perizinan dengan regulasi. “Kita harus mengkaji dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL) , Amdal, kontribusi pajak, CSR, hingga dampak terhadap masyarakat sekitar,” tegas Alfian.

Ia menyoroti kondisi lingkungan di Palu Barat yang kerap terdampak banjir saat hujan, yang diduga berkaitan dengan buruknya tata kelola tambang galian C. “Ini harus ditertibkan, mulai dari drainase, jalan, hingga pengawasan lingkungan. Kerja Pansus ini berat, tapi harus dilakukan dengan data dan kajian yang kuat,” pungkasnya.

Pansus DPRD Kota Palu menargetkan pengumpulan dokumen pendukung rampung dalam sepekan ke depan sebelum melakukan kunjungan lapangan dan rapat lanjutan dengan organisasi perangkat daerah terkait.(tha)

Politika  

Soroti Harga LPG Melon dan Operasional Klub Malam

PALU,trustednews.id – Anggota DPRD Kota Palu, Nurhalis Nur, menyoroti melonjaknya harga gas LPG 3 kilogram serta masih beroperasinya hiburan malam menjelang bulan suci Ramadhan. Hal tersebut disampaikannya di penghujung Rapat Paripurna DPRD Kota Palu yang berlangsung di Ruang Sidang Utama, Rabu (19/2).

Nurhalis menegaskan bahwa LPG 3 kilogram merupakan gas bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu. Karena itu, ia kembali mengingatkan agar Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak menggunakan gas LPG melon, sebagaimana edaran yang pernah dikeluarkan Pemerintah Kota Palu.

“Kalau memang sudah ada edaran, tolong itu ditaati. Saya yakin ASN yang hadir di sini tidak menggunakan LPG 3 kilogram. Kalau pun ada, mungkin ASN di luar sana. Kasihan masyarakat kita, apalagi kebutuhan menjelang puasa tentu meningkat,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa harga LPG 3 kilogram di pasaran sempat melonjak drastis hingga mencapai Rp60 ribu per tabung, sehari menjelang Ramadhan. Kondisi tersebut diduga akibat ulah oknum pangkalan yang bermain mata dengan pengecer.

“Ini tidak bisa dibiarkan. Mohon kepada Satpol PP atau satuan tugas terkait untuk menertibkan pangkalan-pangkalan yang nakal. Bayangkan kalau masyarakat tidak mendapatkan gas saat sahur. Ini tanggung jawab kita semua sebagai pemerintah,” tegasnya.

Selain persoalan LPG, Nurhalis turut menyoroti aktivitas hiburan malam dan eks lokalisasi prostitusi yang masih berjalan menjelang bulan puasa. Ia meminta Pemerintah Kota Palu agar mengimbau para pengelola klub malam untuk menghormati Ramadhan dengan menghentikan operasional sementara.

“Bulan puasa ini harus kita jaga bersama. Kalau bisa, sebulan ini tidak beroperasi dulu. Termasuk eks prostitusi, agar diingatkan kembali. Jangan sampai mencederai dan menodai bulan yang penuh berkah ini,” katanya.

Di akhir penyampaiannya, Nurhalis berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat selama Ramadhan, serta memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi. (tha)

Berita, Politika  

Soroti Tambang Galian C hingga Huntap Tondo

PALU,trustednews.id – Agenda Rapat Paripurna DPRD Kota Palu kembali diwarnai sorotan tajam terkait persoalan operasional tambang galian di Kelurahan Watusampu dan Kelurahan Buluri, Kecamatan Ulujadi.

Anggota DPRD Kota Palu, Alvian Chaniago, menilai persoalan tambang tidak bisa dilihat secara parsial karena berkaitan langsung dengan dampak lingkungan dan kehidupan masyarakat setempat.

“Kalau mau membentuk pansus, sekalian saja. Karena semua ini saling terkait dengan lingkungan. Yang menambang itu kebanyakan bukan orang Palu, sementara yang menerima dampak adalah masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi,” ujar Alvian dalam rapat paripurna, di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Palu
Jl. Dr. Moh. Hatta No. 14 Palu, (19/02).

Ia mengusulkan pembentukan beberapa panitia khusus (pansus), di antaranya Pansus Galian C, Pansus CPM, serta pansus lain yang relevan, guna menuntaskan persoalan secara komprehensif.

Selain isu tambang, Alvian juga menyoroti berbagai persoalan yang ditemuinya saat reses di Huntap Tondo. Salah satunya adalah pembangunan masjid yang hingga kini belum rampung dan belum bisa dimanfaatkan masyarakat, termasuk untuk pelaksanaan ibadah Ramadan.

“Warga mempertanyakan kapan masjid di Huntap Tondo selesai dan bisa digunakan,” katanya.

Masalah lain yang dikeluhkan warga adalah berkurangnya distribusi air bersih. Menurut Alvian, beredar isu bahwa pasokan air di kawasan tersebut dialihkan atau dijual ke pihak CPM. Selain itu, fasilitas sekolah yang telah dibangun di Huntap Tondo juga belum bisa dimanfaatkan, sehingga anak-anak terpaksa bersekolah di luar kawasan hunian tetap.

Dalam forum tersebut, Alvian juga menyinggung persoalan pelepasan aset untuk masyarakat. Ia menegaskan pada prinsipnya DPRD tidak keberatan jika aset tersebut diperuntukkan bagi warga, namun mengusulkan agar proses verifikasi terhadap 181 kepala keluarga (KK) penerima dilakukan secara bersama antara pemerintah dan DPRD.

“Jangan sampai dinas yang mengatur, lalu kita yang menerima dampak dan didemo masyarakat. Verifikasi penerima perlu dilakukan secara terbuka agar tidak menimbulkan polemik di kemudian hari,” tegasnya.

Tak hanya itu, Alvian turut mempertanyakan tindak lanjut hasil pemeriksaan Inspektorat terkait seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Ia menyebut terdapat lebih dari 100 peserta yang dinilai tidak layak, namun hingga kini belum ada kejelasan langkah lanjutan.

“Kalau memang tidak layak dan membebani APBD, seharusnya diberhentikan saja. Kenapa hasilnya tidak dipublikasikan? Kalau perlu, persoalan ini juga dibentuk pansus,” tandasnya.

Alvian berharap pimpinan DPRD dapat menindaklanjuti berbagai persoalan tersebut secara serius demi menjaga keadilan, transparansi, serta kepentingan masyarakat Kota Palu.(tha)

Berita, Politika  

Ketua DPRD Kota Palu Serap Aspirasi Warga Lolu Utara, Drainase hingga Rabat Jalan Diusulkan

PALU,trustednews.id– Ketua DPRD Kota Palu, Rico A.T. Djanggola, melaksanakan penjaringan aspirasi masyarakat (reses) Caturwulan I Masa Persidangan Tahun 2026 di Jalan Teluk Tomini, Kelurahan Lolu Utara, Kecamatan Palu Timur, Kamis (4/2/2026).

Kegiatan resmi DPRD tersebut dibuka oleh staf Sekretariat DPRD Kota Palu, Bayu, yang menjelaskan bahwa reses merupakan kewajiban anggota dewan untuk turun langsung ke daerah pemilihan (dapil) guna menyerap aspirasi masyarakat.

Daerah, Politika  

Erman Lakuana Serap Aspirasi Masyarakat, Fokus Infrastruktur dan UMKM

PALU, trustednews.id – Anggota DPRD Kota Palu, Erman Lakuana, melaksanakan kegiatan reses (penjaringan aspirasi) Caturwulan I Tahun 2026 di Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Palu I, mencakup Kecamatan Palu Timur dan Mantikulore. Kegiatan ini merupakan agenda rutin dewan untuk mendengarkan masukan langsung dari konstituen.

Reses berlangsung di Jalan Meteorologi Blok Gardenia I, Kelurahan Talise Valangguni, Kecamatan Mantikulore, Rabu, (04/02/2026).
Kehadiran warga didominasi oleh perwakilan dari Kelurahan Tondo dan Besusu Tengah.

Erman menegaskan bahwa reses merupakan kewajiban konstitusional bagi seluruh 35 anggota DPRD Kota Palu.

“Ini sarana kami menyerap aspirasi dan menjalin komunikasi langsung dengan masyarakat,” ujar politisi Partai Golkar tersebut.

Menurut Erman, aspirasi yang masuk masih didominasi oleh permintaan perbaikan infrastruktur seperti drainase, jalan, dan gorong-gorong. Selain itu, banyak usulan dukungan untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Kelompok Usaha Bersama (KUBE), berupa bantuan peralatan usaha dan tenda.

Ia mengakui sejumlah program infrastruktur di dua kecamatan tersebut telah direalisasikan, baik melalui usulan pribadi (pokir) maupun usulan dewan lainnya.

Erman menjelaskan, mekanisme pengajuan proposal harus dilakukan setahun sebelumnya. Ia mendorong warga, khususnya dari Kelurahan Besusu Tengah yang belum mengajukan, untuk segera menyiapkan proposal guna diinput dalam perencanaan berikutnya.

“Dalam situasi efisiensi anggaran, kami tidak bisa terlalu banyak berjanji. Usulan tetap kami tampung, tetapi penyelesaiannya bertahap sesuai kemampuan anggaran,” jelasnya.

Untuk Kelurahan Tondo, beberapa usulan seperti bantuan alat musik telah direalisasikan. Sementara sejumlah usulan kelompok lainnya telah diinput untuk pelaksanaan tahun 2026, dengan catatan menyesuaikan kondisi anggaran.

Terkait sektor peternakan, Erman menegaskan adanya pembatasan sesuai edaran Wali Kota, terutama di wilayah tanpa kandang komunal. “Usulan harus disesuaikan dengan aturan yang berlaku,” tegasnya.

Ketika ditanya media ini soal program bedah rumah, apakah masuk dalam program pokok pikirannya, Erman menyatakan selama tiga periode menjabat belum pernah mengalokasikannya melalui pokir. “Masyarakat yang berminat dapat mengusulkan melalui mekanisme teknis Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dengan syarat kepemilikan tanah yang jelas”, terangnya.

Meski ada kebijakan efisiensi, Erman menilai kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Palu masih cukup baik. Ia berkomitmen untuk memperjuangkan usulan yang telah dijanjikan. “Kalau belum bisa tahun ini, kami sampaikan secara terbuka untuk diupayakan di tahun berikutnya,” pungkasnya.(dnf)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.