Oktober 28, 2026

Empat Siswa SDN 3 Palu Tembus 10 Besar Kompetisi Golden Gate School

Orang tua Murid dan Guru Yang Mendampingi Siswa SDN 3 Palu dalam kompetisi pelajar yang menjadi rangkaian Open House and International Education Fair Golden Gate School, di Atrium PGM, Jalan Diponegoro, Kota Palu, (18/10/2026). FOTO : IST

PALU, Trustednews.id – Prestasi membanggakan ditorehkan siswa SDN 3 Palu dalam kompetisi pelajar yang menjadi rangkaian Open House and International Education Fair Golden Gate School, di Atrium PGM, Jalan Diponegoro, Kota Palu, (18/10/2026).

Dari 33 peserta yang mengikuti kompetisi, empat siswa perwakilan SDN 3 Palu berhasil melewati tahapan awal dan menembus 10 besar. Mereka adalah Nuzul Alrizky Putra Ramadhan, Jefito Elrois, Elang Raushanfikr Rajangguni, dan Muhammad Izaz Mufti Hasan.

Persaingan berlanjut pada babak berikutnya. Dari empat wakil SDN 3 Palu yang masuk 10 besar, Jefito Elrois dan Nuzul Alrizky Putra Ramadhan kembali menunjukkan kemampuan terbaiknya hingga berhasil lolos ke babak lima besar.

Pada tahapan selanjutnya, Jefito mampu bertahan dalam persaingan hingga babak final. Ia kemudian menutup kompetisi dengan hasil membanggakan setelah berhasil mencatatkan nilai tertinggi.

Capaian tersebut menjadi hasil positif bagi SDN 3 Palu. Dari 33 peserta yang berkompetisi, empat siswa sekolah tersebut mampu masuk 10 besar, dua di antaranya melaju ke lima besar, hingga akhirnya Jefito bertahan di babak final dengan perolehan nilai tertinggi.

Dalam mengikuti kompetisi tersebut, para siswa SDN 3 Palu didampingi guru Bahasa Inggris, Hiliayatul Aulia, S.Pd.

Ketua Panitia Open House and International Education Fair, Muhammad Haikal Ali, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda Golden Gate School bersama Golden Gate Education yang terbuka bagi masyarakat umum.

Menurut Haikal, rangkaian kegiatan tidak hanya menjadi ajang memperkenalkan sekolah, tetapi juga memberikan ruang bagi pelajar dari berbagai jenjang untuk mengembangkan kemampuan dan keberanian berkompetisi.

“Pesertanya terbuka untuk umum. Ada beberapa agenda di dalamnya, termasuk kompetisi untuk pelajar tingkat TK, SD, dan SMP,” ujar Haikal.

Sejumlah perlombaan yang digelar antara lain mewarnai, spelling bee, storytelling, serta kompetisi linguistik yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan peserta.

Haikal menjelaskan, Open House and International Education Fair merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun. Tahun ini menjadi momentum tersendiri karena Golden Gate School sekaligus memperkenalkan jenjang pendidikan SMA.

“Tujuan utamanya memperkenalkan Golden Gate School. Kebetulan tahun ini juga ada grand launching SMA. Sebelumnya, sejak 2023 kami baru memiliki jenjang SD dan SMP, dan tahun ini kami melakukan grand launching SMA,” jelasnya.

Saat ini Golden Gate School beralamat di Jalan Setiabudi Nomor 67 C, Kota Palu. Namun, menurut Haikal, pada tahun depan aktivitas sekolah direncanakan berpindah ke gedung baru di Jalan Kakaktua.

Selain kompetisi pelajar, kegiatan tersebut juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi dan berkonsultasi mengenai pendidikan, termasuk konsultasi terkait pendidikan di luar negeri.

Haikal mengatakan akses tempat duduk pada beberapa agenda memang dibatasi menyesuaikan kapasitas lokasi dan undangan. Meski demikian, masyarakat tetap dapat datang untuk memperoleh informasi maupun melakukan konsultasi pendidikan.

Sementara itu, keberhasilan siswa SDN 3 Palu mendapat perhatian dari orang tua murid yang turut menyaksikan langsung jalannya kompetisi.

Salah seorang orang tua murid, Irhamsyah, menilai kegiatan semacam ini dapat menjadi pengalaman positif bagi anak karena tidak hanya menguji kemampuan, tetapi juga melatih keberanian dan rasa percaya diri saat berkompetisi dengan siswa dari sekolah lain.

“Sebagai orang tua tentu kami bangga melihat anak-anak berani tampil dan mampu bersaing. Dari 33 peserta, empat anak SDN 3 Palu masuk 10 besar, kemudian Jefito dan Nuzul bisa melaju ke lima besar hingga akhirnya Jefito bertahan di final dengan nilai tertinggi. Bagi kami, ini bukan hanya soal hasil, tetapi pengalaman yang sangat baik untuk membangun kepercayaan diri dan semangat belajar anak-anak,” ujar Irhamsyah.

Ia berharap pencapaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi para siswa untuk terus meningkatkan kemampuan, khususnya dalam penguasaan Bahasa Inggris, sekaligus mendorong siswa lainnya agar berani mengikuti berbagai ajang kompetisi.

Kegiatan Open House and International Education Fair juga menjadi wadah pertemuan antara siswa, orang tua, sekolah, dan penyelenggara pendidikan untuk memperoleh informasi mengenai pilihan serta pengembangan pendidikan anak. (irh)