Agustus 20, 2026

Viral Penggerebekan Narkoba di Kayumalue Ricuh, Polda Sulteng Angkat Bicara

Seorang Perempuan Berhasil Diamankan

Kendaraan Rantis Yang Dilempari Warga

PALU, trustednews.id– Sebuah video penggerebekan aparat kepolisian yang viral di media sosial menghebohkan warga Sulawesi Tengah, khususnya di Kota Palu. Dalam video berdurasi sekitar 2 menit 30 detik itu, tampak sejumlah warga berusaha menghadang petugas yang tengah melakukan penggerebekan di kawasan permukiman padat penduduk.

Situasi sempat memanas ketika mobil taktis milik Satuan Brimob Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) dilempari batu oleh massa yang diduga mencoba menghalangi petugas.

Peristiwa tersebut disebut terjadi di Kelurahan Kayumalue, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu. Rekaman yang beredar luas di berbagai platform media sosial memperlihatkan ketegangan antara aparat kepolisian dan kelompok warga yang berupaya menghalangi proses penangkapan.

Menanggapi viralnya video itu, Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Djoko Wienartono memberikan penjelasan resmi pada Jumat (24/10/2025). Ia membenarkan bahwa peristiwa tersebut merupakan bagian dari operasi pengembangan kasus narkoba yang dilakukan secara lintas provinsi.

“Benar, pada Kamis (23/10/2025) kemarin, jajaran Satbrimob Polda Sulteng diminta melakukan bantuan pengamanan oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Gorontalo dalam pengembangan kasus narkoba di wilayah Kayumalue, Palu Utara,” ujar Kombes Djoko.

Menurutnya, penggerebekan itu merupakan hasil kerja sama antara Polda Gorontalo dan Polda Sulawesi Tengah. Dalam operasi tersebut, aparat berhasil mengamankan seorang perempuan yang diduga sebagai bandar narkoba, beserta sejumlah barang bukti berupa sabu dan uang tunai.

“Saat proses penangkapan berlangsung, situasi sempat tegang karena ada perlawanan dari beberapa warga yang tidak terima. Namun, petugas berhasil mengendalikan keadaan tanpa korban jiwa,” jelasnya.

Hingga saat ini, tersangka beserta barang bukti telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Polisi juga tengah melakukan pengembangan guna menelusuri jaringan peredaran narkoba yang diduga melibatkan pelaku lintas provinsi.

Polda Sulteng mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi oleh isu-isu menyesatkan di media sosial dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwenang.

“Narkoba adalah musuh bersama karena dampaknya sangat merusak, terutama bagi generasi muda. Kami berharap masyarakat justru mendukung langkah kepolisian dalam memberantas jaringan narkoba, bukan membela pelaku,” tegas Kombes Djoko.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.

“Mari bersama kita jaga keamanan dan masa depan generasi bangsa dari bahaya narkoba,” pungkasnya.*(tha)