PALU,Trustednews.id– PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tengah (Bank Sulteng) melakukan pemeliharaan dan penyesuaian sistem teknologi informasi sebagai upaya memperkuat keamanan transaksi sekaligus meningkatkan keandalan layanan digital bagi nasabah.
Di tengah proses tersebut, Bank Sulteng memastikan pelayanan perbankan di seluruh jaringan kantor tetap berjalan. Sejumlah skema layanan alternatif juga disiapkan agar kebutuhan transaksi masyarakat tidak terganggu secara signifikan.
Direktur Utama Bank Sulteng, Hj. Ramiyatie, SE, mengatakan pemeliharaan sistem merupakan bagian dari penguatan infrastruktur teknologi informasi perusahaan. Namun dalam prosesnya, terdapat sejumlah layanan digital yang mengalami keterbatasan, terutama transaksi transfer antarbank melalui Mobile Banking Bank Sulteng maupun jaringan ATM Bersama.
“Kami memahami bahwa kondisi ini mengganggu kenyamanan transaksi nasabah. Untuk itu, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang terjadi,” kata Ramiyatie saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor Pusat Bank Sulteng, Senin (26/10/2026).
Menurut Ramiyatie, manajemen saat ini memprioritaskan percepatan pemulihan sistem dengan tetap menjaga keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat.
Bank Sulteng juga melakukan koordinasi secara berkala dengan seluruh kantor cabang untuk memantau kondisi pelayanan dan memastikan operasional perbankan tetap berjalan selama proses pemeliharaan.
Layanan Akhir Pekan hingga Kas Keliling
Sebagai langkah mitigasi, Bank Sulteng menyiapkan sejumlah layanan alternatif. Kantor cabang pembantu, kantor kas dan payment point di berbagai wilayah Sulawesi Tengah tetap memberikan layanan kas pada Sabtu dan Minggu.
Bank Sulteng juga mengoperasikan kas keliling untuk menjangkau masyarakat di wilayah pedesaan.
Bagi nasabah yang hendak melakukan transfer ke bank lain, transaksi dapat dilakukan melalui BI-FAST, BI-RTGS maupun Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI). Dalam masa pemeliharaan tersebut, nasabah tidak dikenakan biaya transfer melalui layanan yang telah ditentukan.
Selain itu, Bank Sulteng mengoptimalkan peran agen laku pandai Bank Sulteng Pintar, khususnya untuk mendukung transaksi masyarakat serta pembayaran dana desa di wilayah pedesaan.
Siagakan 150 ATM
Untuk mendukung kebutuhan transaksi tunai, Bank Sulteng menyiagakan sekitar 150 mesin ATM. Dari jumlah tersebut, sebanyak 75 unit telah diremajakan menggunakan mesin baru dan ditempatkan di sejumlah titik strategis di Kota Palu maupun kabupaten lainnya di Sulawesi Tengah.
Melalui jaringan ATM tersebut, nasabah masih dapat melakukan penarikan tunai, transfer antarrekening Bank Sulteng, pembelian pulsa hingga pembayaran tagihan listrik.
Sementara sejumlah fitur internal pada Mobile Banking Bank Sulteng juga tetap dapat digunakan. Di antaranya transfer sesama rekening Bank Sulteng, pembelian pulsa dan paket data, pembayaran listrik serta pengisian saldo dompet digital seperti OVO dan DANA.
Layanan QRIS serta aplikasi pembayaran daerah juga disebut tetap beroperasi untuk mendukung kebutuhan transaksi masyarakat.
Bank Sulteng Minta Nasabah Tetap Tenang
Terkait keluhan mengenai pelayanan Bank Sulteng yang beredar di media sosial, Ramiyatie menyebut kondisi pelayanan di lapangan masih berlangsung kondusif. Menurutnya, hingga keterangan tersebut disampaikan, pihak bank belum menerima komplain langsung secara fisik dari nasabah yang mendatangi kantor cabang.
Bank Sulteng meminta nasabah tetap tenang dan memanfaatkan layanan alternatif yang telah disiapkan selama proses pemeliharaan dan penguatan sistem berlangsung.
Manajemen menegaskan pemeliharaan tersebut dilakukan untuk memperkuat keamanan sistem sekaligus meningkatkan kualitas dan keandalan layanan digital Bank Sulteng ke depan. (tha/*)








